Kalau Seperti Ini Lebih Pintar Siapa? – Call Investigation

Gila, siang itu aku dapat telepon yang ujung-ujungnya adalah penipuan. Aku tertipu? Oh tidak bisa. Memang orang di telepon itu berniat menipu dengan iming-iming hadiah uang  dan pulsa. Lantas, di tengah kelicikan itu, justru ide licikku kembali muncul. Kasian banget dah si penelpon itu.

***

Memang nomor telkomsel ini masih baru sekitar tiga bulan lalu, tapi sudah banyak nomor yang nyasar ataupun iseng. Mereka tahu nomer itu dari mana ya? Bukannya hanya beberapa orang saja yang saya kasih tahu. Beda halnya dengan nomor Indosat, sudah banyak yang tahu tapi tidak cukup banyak yang usil di nomor lama itu.

Apa mungkin nomor telkomsel itu terlalu cantik ya, nomornya 08x330008x33. Itu kan, gampang diingat, bisa aja ya mereka ketik asal, nomor yang kira-kira mudah diingat, dan nomor di atas menurut saya mudah sekali diingat dan menjadi korban. Bener gak sih?

Beruntung sekali orang itu, yang kebetulan hati ini lagi baik dan bersedia mengangkat telepon misterius ini. Misterius karena nomor ini tidak terdaftar di phonebook. Langsung saja, ya, aku dapat telepon dari nomor 082179530767, akan memberikan hadiah dari Telkomsel senilai 15 juta rupiah dan pulsa senilai 1 juta rupiah (pasti orang ini nipu). Sebenarnya malas sekali, hampir saja telepon ini aku tutup.

***

Tapi tak apalah sekali-kali melayani orang iseng seperti ini, anggap saja latihan investigasi biar tahu motif penipuan, itung-itung pulsaku juga gak akan habis karena yang nelepon bukan aku, tapi dia, dia yang berkepentingan menipu. Dan percakapan ini langsung aku rekam, biar nanti bisa diupload di blog ini.

Nah, kronologi percakapannya seperti ini:

Caller: Halo…

Me: Iya Halo…

Caller: Ini kami dari Telkomsel Pak.

Dari sini, aku tahu kalau ini adalah penipuan. Lalu telepon aku diamkan sebentar sambil cari pilihan record di HP, untuk merekam seluruh pembicaraan. Jujur saja, sebenarnya malas sekali bicara dengan orang yang sangat tidak penting ini. Dan mungkin aku dalam percakapan ini terdengar sedikit bodoh. Ya, biar investigasi ini berhasil, pura-pura jadi orang yang tidak tahu kalau ini penipuan.

Caller: Halo, halo Pak

Me: Iya halo.

Caller: Nomor Bapak ini mendapatkan dana penghargaan atau dana santunan sebagai THR tahunan dari kantor kami Pak. Uang tunai lima belas juta rupiah ditambah dengan bonus pulsa secara gratis, Pak ya?

Me: Iya, terus?

Caller: Jadi Pak ini, cara pengambilannya ini Bapak tidak dikenakan biaya lagi, tidak dikenakan perpajakan. Kami tidak lagi meminta nomor rekening oleh karena Pak dan sudah ada diprogram langsung deposit ATM. Jadi cukup Bapak cukup datang di mesin ATM saja, Pak. Untuk melakukan pengaktifan bersama-sama, ya. Langsung saja Bapak datang di mesin ATM, langsung ketik nomor ponsel Bapak selaku pemenang dan kemudian Bapak ketik kode akses kode urut pemenang dari kantor kami saja, Pak ya.

Me: Iya.

Caller: Nah, langsung Pak. Setelah Bapak ketik paling tiga puluh detik atau satu menit, Pak langsung dananya bisa dicairkan lima belas juta mengembang di saldo Bapak dan kemudian pulsa satu juta sudah menyalur di ponsel Bapak, ya?

Me: Iya.

Caller: Akan kami tanyakan kepada Bapak untuk melakukan pengaktifan atau penarikan tunainya sekarang juga Pak, sudah pnya belum kartu ATM, Pak?

Me: Belum.

Di sini, nih. Aku mau langsung nutup telepon itu. Aku malas dan bilang saja belum punya rekening. Tapi sejenak kemudian terlintas, tidak ada salahnya aku jujur saja, punya rekening. Biar siasat ini semakin bisa dikembangkan. Kalau aku bilang tidak punya rekening alamat dah, skenario ini akan berhenti di sini.

Caller: Oh, kalau belum ndak bisa Pak, oleh karena kami minta nomor rekening lagi kepada Bapak…

Me:Untuk ATM apa aja ya Pak? ATM apa dulu?

Caller: Untuk ATM untuk penarikan uangnya, Pak.

Me: Bank apa aja ya?

Caller: Ya bisa Pak, atas nama siaap saja bisa, di bank apa aja bisa.

Me: Oh gitu.

Caller: Iya, punya Bapak?

Me: Ada kalau…

Caller: Ya di bank apa Pak, Bapak punya?

Me: di Bank Mandiri.

Caller: Nah, begini ya Pak, jadi sekarang juga Pak karena waktu kita tidak banyak. Krena di belakang Bapak masih ada sembilan pemenang lagi yang akan kami urus. Jadi dari tempat Bapak menuju tempat ATM berapa menit, Pak, tempat ATM Mandirinya?

Me: Sekitar mungkin  lima belas menit.

Ini detik-detik yang mulai aneh. Saya disuruh langsung mengambil uang dan akan ditayangkan di TV. Apalagi kalau hanya suara yang masuk TV, sama aja dengan boong. (gue bukan orang yang gila dengan penampakan.hehe).

Caller: Nah, langsung saja Bapak berangkat ya, ponselnya jangan Bapak tutup, jangan Bapak matikan lagi, Pak. Oleh karena suara kita akan langsung direkam, yang mana nanti  ketika setelah pengurusan Bapak ini langusng suara kita orang dua akan ditayangkan lagi di TV oleh masyarakat anyak akan kebenarannya ya? 

Me: Oh iya.

Caller: kalau begitu bisa sekarang.

__

Tiba-tiba telepon berdenging dan mati. Sepertinya pihak penipu yang mematikan suara dan telepon tersebut. Entahlah, katanya jangan dimatikan teleponnya, tapi dia yang justru mematikan percakapan telepon ini.

__

Telepon kembali berdering dan kembali aku angkat.

Me: Oh, sekarang ya Pak ya, langsung.

Caller: Iya untuk pengecekan bersama-sama, nanti Bapak akan saya hubungi bendahara keuangan kami, Bapak ya?

Me: Untuk pemenang nomor telepon ini juga ya?

Tahukan kalian, pertanyaan dengan jawabannya tidak nyambung sama sekali. Aku bertanya,”untuk pemenang nomor telepon ini juga ya?” Dia menjawab, “Nanti Bapak akan diajarkan”. Sepertinya memang si penipu tidak sabaran mau membobol ATM saya. Percuma, Bapak, rekening saya tidak ada uangnya, lagi bokek nih.hihihi…

Caller: Nanti Bapak akan diajarkan.

Me: Bapak, itu hadiah dari Telkomsel.

Caller: Iya-iya setelah diundi mendapat THR tahunan Pak, begitu.

Me: Oh, gitu, kalau boleh tahu Bapak tahu nama saya siapa ya?

Caller: Bapak, kami tidak tahu dengan nama Bapak. Cuma kami tahu dengan nomor Bapak, karena yang diundi ini nomor, Pak. Bukan nama ya?

Masa sih, kalau yang nelepon dari Telkomsel, tidak tahu nama saya. Bukannya sewaktu registrasi kartu tiga bulan lalu saya sudah mendaftarkan nama saya berikut nomor KTP. Semuanya sudah pasti ada databasenya di sana. Jadi sudah sangat jelas kalau ini penipuan. Tapi skenario tetap harus berlanjut.

Me: Oh, jadi…

Caller: Jadi kalau kita tahu nama Bapak ya, langsung saja meminta alamantnya, Pak begitu.

Me: Kenapa ndak langsung diantar langsung saja Pak?

Caller: Ndak, begini Pak oleh karena terlalu banyak, ini Pak ya jadi untuk mengatur lebih mudah, dana diprogram langsung di mesin ATM jadi pemenang walaupun berada di seluruh mana saja menggunakan ATM untuk penarikannya, karena kami disini dilarang meminta biaya atau meminta nomor rekening mengingat sudah banyak oknum yang tidak bertanggung jawab melalui pembobolan, melalui nomor rekening dan nomor PIN. Jadi pemenang langsung saja cuma mengetik nomor ponsel dan kode pemenang saja begitu.

Me: Oh, begitu.

Caller: Iya-iya.

Me: Oh iya. Ini dimatiin dulu lima belas menit atau?

Aku ini mulai bingung menambahkan pertanyaan dari topik pembicaraan. Semakin banyak pertanyaan, semakin banyak sesuatu yang tersembunyi akan terkuak. Semakin lama percapakan ini, semakin dalam investigasi yang saja lakukan. Tapi saya memang benar-benar mulai kehabisan pertanyaan, slow loading.

Caller: Ndak usah lagi, Pak, ndak usa lagi. Oleh karena, oleh karena suara kita akan direkam, jadi kemudian nanti Bapak cukup bilang halo-halo saja. Karena untuk awal Bapak berangkat dari rumah, keselamatan Bapak menjadi tanggung jawab kami Pak sepenuhnya ya. Nah, jadi kalau Bapak sudah sampai berada di mesin ATM, kalau antre Bapak ikut mengantre, kalau sudah ruang bPak, Bapak silahkan masuk. Nah, cukup Bapak sapa kami saja dengan kata-halo-halo-halo, nanti langsung terhubung lagi dengan kami, Pak. Begitu ya?

Me: Oh ya.

Caller: Jadi dipersilahkan Pak, hati-hati di jalan, ponselnya jangan dimatiin lagi ya.

Me: Oh ya, nanti katanya Bapak tadi mau disiarkan kan, disiarkan di mana, ya Pak?

Caller: di ANTV Pak, di ANTV.

Me: Kapan nitu Pak?

Caller: Mungkin ini ya Pak ya. Ini tergantung dari pengurusan kita. Kalau nanti jam berapa saja kita setelah transaksi, Bapak menerima data, pasti diperintah kepada Bapak jam nanti malam, jam lima, jam empat, itu nanti setelah Bapak setelah selesai dari pengurusan kita ini Pak, ya?

Me: Oh ya.

Caller: Iya-iya.

Me: Oke Pak, iya, begitu Pak ya.

Caller: Jangan dimatikan lagi ponselnya ya?

Me: Iya.

Caller: Ya, langsung saja Pak.

___

Sambil cari strategi, telepon langsung saya matikan. Tadi saja dia bilang telepon jangan dimatikan tapi justru dia yang mematikan. Jadi tidak ada salahnya donk saya juga sekali-kali ikut dalam pelanggaran peraturan gila ini.

___

Lalu dia langsung menelpon lagi. Tapi tidak saya angkat. Dua kali atau tiga kali telpon itu saya reject dan tidak saya jawab. Biar saja, biar dianggap saya langsung ke ATM.

___

Setelah sekitar sepuluh menit, aku punya akal kalau nanti kalau dia telepon, aku bilang sudah di depan mesin ATM. Bilang saja tadi masih di perjalanan, terburu-buru takut hadiah yang diberikan akan hangus kalau tidak cepat-cepat.hehe

___

Duh, kok ndak ditelpon lagi nih. Terpaksa deh, membujuk hati si penipu. Aku kirim sms bilang kalau tadi masih di mobil. Di mobil? Kapan aku punya mobil? Sampai sekarang juga tidak punya mobil. Hanya saja untuk mengecoh penipu, biar seolah-olah aku ini orang kaya (berbeda jauh dengan kenyataannya,hehe). Namanya saja skenario licik, ya seperti inilah ide busukku itu.

___

Langsung saja, si penipu memang benar-benar terkecoh dan langsung menelpon. Pembicaraan ini tetap aku lakukan di rumah dengan pura-pura kalau saya sudah di depan ATM.

Me: Halo…

Caller: Sudah sampai belum Pak?

Me: Sudah Pak.

Caller: Terus, silakan. Kalau sudah sampai. Bapak masih di dalam atau masih di luar ini?

Me: Ini masih antre satu lagi.

Caller: Silakan Bapak ikuti dulu antreannya, nanti kalau gilir antriannya silakan angkat telepon.

Me: Ini udah udah, udah keluar ini orangnya, ya udah.

Caller: Silakan masuk ATMnya. Nah, ini Bapak proses mesin apa  mesin mesin apa ATMnya?

Me: Mandiri.

Caller: Kartunya kartu Mandiri, mesin kartunya Mandiri?

Me: Iya.

Caller: Nah, coba Bapak dengarkan panduannya. Bapak sudah di dalam sekarang?

Me: Sudah suda saya masukan sekarang.

Caller: Nah silakan Bapak masukan kartu, kalau sudah bilang sudah ya?

Me: Iya.

Caller: Bapak pilih bahasa Indonesia?

Me: Iya.

Caller: Bapak tekan PIN.

Me: Iya.

Caller: Kalau sudah bilang sudah ya, tekan PIN.

Me: Iya sudah.

Caller: Nah, itu apa bacanya setelah ketik PIN itu apa bacanya?

Me: Maksudnya?

Caller: Terbaca apa di layar ATM sekarang apa bacanya?

Me: Ada pilihan-pilihan.

Caller: Pilihan apa dibacakan semua pilihan-pilihannya?

Wah, di sini nih yang susah. Aku benar-benar lupa apa yang harus aku katakan. Aku lupa tulisannya apa saja. Dan dari sini skenario itu gagal berlanjut. Sayang sekali.

Me: Ya banyak Pak.

Caller: Ya dibacakan apasaja pilihannya Pak. Halo?

Me: Ada cek saldo ada penarikan.

Caller: Terus, a terus, terus. Bapak kalau mau diterima Pak silakan Bapak ATM dulu Pak ya

Me: Oh gitu.

Caller: di ATM tidak ada Pak, bacaan seperti itu, ya?

Skenario busuk pada orang busuk seperti dia, akhirnya mulai ketahuan. Si penipu mulai curiga dengan apa yang aku lakukan. Sepertinya dia tidak percaya kalau saya di depan ATM. Sepertinya dia tahu kalau aku ngerjain dia. Rasain lu…hehe…

Me: Udah  di depan ATM ini Pak.

Caller: Nah silakan Pak kalau sudah di Atm silakan pergunakan kartu ATMnya ya?

Me: Ini udah, udah udah saya masukan.

Caller: Iya masukan kartu pilih bahasa indonesia

Me: Iya sudah.

Caller: Bapak tekan PIN, sudah?

Me: He’eh.

Caller: Sudah.

Me: Iya sudah.

Caller: Terbaca apa sekarang Pak, Bapak apa bacanya?

Me: Ter…

Caller: Coba apa bacanya? Kalau Bapak memang di ATM apa bacanya?

Ya seperti itulah akhirnya. Investigasi tidak bisa dilanjutkan. Informasi yang terkuak hanya sampai di sini. Jadi bagi siapa saja yang mendapat telepon seperti yang sudah saya jelaskan di atas, sudah dipastikan kalau itu adalah penipuan. Saran saya, hati-hati dengan segala bentuk dan motif penipuan yang mengatasnamakan perusahaan tertentu atau penyedia layanan seluler yang sobat gunakan. Pastinya tidak melalui cara-cara yang sangat mencurigakan di atas.

Hati-hati, jangan dengan mudah memberikan nomor handphone pada orang yang tidak sobat kenal. Harus lebih selektif lagi, karena siapa tahu justru anda akan menjadi lahan empuk bagi para penipu untuk mengeruk keuntungan dari sobat-sobat sekalian.

***

 

Tulisan Terkait:

9 thoughts on “Kalau Seperti Ini Lebih Pintar Siapa? – Call Investigation

  1. ceritanya sama,
    barusan saya terima telpon dari 085287881212 bilangnya dari pihak telkomsel
    katanya sy dpt uang 10 jt + pulsa 1 jt,
    saya dikasih kode pemenang,
    trus suruh ke atm, tapi jangan bawa orang
    huffhh, bener2 nipu

  2. Wah sama..saya jg baru saja dihubungi sm nomor +6285287881212 yg mengimingi mendapat hadiah 10juta.
    Tp karena saya bilang baru buka rekening dan ingin dananya ditransfer ke rekening yg baru, dia langsung tutup telponnya.
    Trus saya cek dgn aplikasi whoscall ternyata bener penipu.

  3. Yang saya bingung ntu para penipu dapet pulsa darimana ya bnyak bgtu wat nelpon. Saya jg baru kmrn in di telpon penipu sejenis.

  4. Penipu itu masukin nmor dia ke saldo atm dengan cara mendaftarkan diri yaitu dengan menyuruh kita masukan nmor hp dia bilang sih no vocer….

  5. Saya tadi juga kena, tp mau saya kerjain dia tp tdk mengerti tentang atm, ni nomornya 081363078545 katanya mendapat penghargaan dari pt telkomsel nomor urut 5 dari 10 yg dapat penghargaan, iming”nya 15 jt + 1 jt pulsa. Terjadi di 13 feb 2016

Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s